Minggu, 07 September 2014

Refleksi : Realita kehidupan




REALITA KEHIDUPAN PADA SEBATANG LILIN BERNYALA

Hidup ibarat sebuah lilin yang bernyala dan perjalanan hidup itu umpama terang yang berasal dari lilin itu. Nyala sebuah lilin , apalagi kalau lilin itu kecil ,tidak akan pernah diam sesaat pun. Di dalam sebuah ruang tertutup dan di waktu tengah malam yang senyap sekalipun nyala sebatang lilin selalu bergerak-gerak. Kadang gerakannya perlahan. Namun, nyalanya juga  bisa bergerak dengan cepat dan bertambah cepat sehingga hampir padam. Kemudian gerakannya melemah lagi. Demikian seterusnya, nyala sebatang lilin tidak pernah diam sehingga terangnya kadang benderang ,tetapi kadang juga redup. Semakin tertutup tempat dimana sebatang lilin bernyala diletakkan, semakin sedikit, pelan ,dan kecil gerakan nyalanya serta semakin kecil pula risiko ia menjadi padam. Semakin terbuka tempat dimana sebatang lilin bernyala diletakkan, semakin banyak, cepat dan besar nyalanya serta semakin besar pula risikonya untuk padam.
Demikian pula halnya dengan hidup kita. Hidup itu ibarat sebatang lilin bernyala, ia tidak pernah diam. Dengan cara bagaimana pun kita menutup diri, hidup kita tidak pernah statis. Kapan dan dimanapun senantiasa ada tantangan yang mengombang-ambing hidup kita. Semakin kita menempatkan diri kita terbuka untuk dunia ,akan semakin besar pula tantangan yang harus kita hadapi. Semakin kita membuka diri dan terjun ke dalam percaturan dunia dalam segala aspeknya, kita akan semakin ditantang oleh keadaan dunia itu sendiri.
Berhadapan dengan semua tantangan yang mengombang-ambing hidup kita di dalam dunia tempat kita hidup, tugas kita adalah menjaga nyala hidup iman kita jangan sampai padam. Akan tetapi dalam situasi apapun yesus teetap meminta kita untuk menjaga hidup iman kita tetap bernyala  untuk menerangi dunia yang penuh dengan berbagai jenis kegelapan.  “ Kamu adaah Terang Dunia” kata Yesus kepada kita. “. “ Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di Surga”.(Mat 5 :15-16).

Tidak ada komentar:
Write Comments

© 2014 KOBEPA-ROCK013. Designed by Enago Kobepa
Powered by Anak Cenderawasih.